Diskusi: Keutamaan Surah Yasin

Pada kajian Midori pekan ini, yang didaulat menjadi pemateri adalah Al-Akh Irwin Maulana. Kajian kali ini diawali dengan membaca sebuah artikel yang berisi sejumlah poin keutamaan Surah Yasin, lengkap dengan dalil dari hadits, dilanjutkan dengan menyimak tilawah Surah Yasin dan terjemahnya sampai ayat 21. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai hal sampai akhir kajian.

Diskusi dimulai dengan mempertanyakan konten artikel yang ditampilkan di awal kajian, karena pada hadits-hadits yang tertera di artikel tersebut, tidak dicantumkan perawi maupun derajat hadits tersebut. Diskusi dilanjutkan dengan menyimak terjemah dan beberapa Asbabun Nuzul ayat-ayat Surah Yasin. Kemudian ditutup dengan saran-saran dalam menyeleksi suatu referensi dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama.

Beberapa poin yang dihasilkan dari diskusi ini adalah sebagai berikut:

1. Di dalam Al-Qur’an terdapat surah-surah maupun ayat-ayat yang memiliki keutamaan tertentu dan disyariatkan untuk membacanya di waktu-waktu tertentu, misalnya Surah Al-Kahfi yang dianjurkan untuk dibaca di hari Jum’at.

2. Dalil-dalil yang digunakan untuk menunjukkan keutamaan dan pensyariatan membaca Surah Yasin di waktu tertentu kebanyakan lemah bahkan palsu.

3. Saat ini informasi begitu banyak berteberan di internet. Kita harus dapat memilah antara informasi yang valid dan dapat diikuti dengan informasi yang tidak benar. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

a. Menelusuri rantai referensi sampai menemukan sumber aslinya.

b. Melihat penyampai informasi dan memastikan yang menyampaikan memang memiliki ilmu/kapabilitas untuk menyampaikan, misalnya: ustadz, syaikh, dst.

4. Dalam melakukan ibadah yang berupa ritual, harus didasari dengan dalil yang valid bahwa ibadah tersebut memang dicontohkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Karena amalan yang tidak berasal dari beliau akan tertolak.

5. Terdapat kasus di mana orang-orang yang mengamalkan ibadah tertentu yang tidak dicontohkan malah mengalami kerasukan jin, dsb.

 

Wallahu a’lam bishawab.