Membina Diri dengan Misi para Pemenang

 

Membina Diri dengan Misi para Pemenang

*Ikhlash lil Khaliq, Ihsan lil makhluq*

Oleh Topan Setiadipura#

Hayya `alal falaah...

Hayya `alal falaah...

Kemenangan, kesejahteraan, atau keberuntungan  yang dalam istilah al Qur`an disebut al falah, merupakan tujuan dari syari`at Islam ini. Ajakan Islam adalah ajakan untuk memperoleh al falah di dunia dan akhirat sebagaimana senantiasa diulang dalam panggilan adzan diatas.

Para ulama menjelaskan bahwa al falah artinya mendapatkan kebaikan yang kita inginkan dan terbebas dari apa yang kita takutkan baik di dunia dan akhirat. Kemenangan terbesar tentunya mendapatkan kenikmatan surga dan terbebas dari azab neraka*.

Sebagai bentuk rahmat-Nya Allah ta`ala pun menjelaskan jalan-jalan kemenangan tersebut. Diantara bimbingan tersebut Allah ta`ala berikan dalam ayat al Qur`an berikut

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرۡڪَعُواْ وَٱسۡجُدُواْ وَٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمۡ وَٱفۡعَلُواْ ٱلۡخَيۡرَ لَعَلَّڪُمۡ تُفۡلِحُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, rukulah, sujudlah, dan sembahlah rabb-mu, serta perbuatlah kebaikan agar kamu mendapat kemenangan." [QS al Hajj, 22:77]

Dengan begitu indahnya Al-`Aliimm -yang maha mengetahui- memberikan arahan dengan kalimat la`allakum tuflihuun, agar kalian mendapat kemenangan. Dalam ayat diatas Allah ta`ala menjelaskan bahwa jalan untuk meraih al-falaah adalah dengan mengikhlaskan ibadah kepada Allah ta`ala dan berusaha untuk melakukan kebaikan bagi hamba-hamba Allah*, ikhlash lil khaliq wal ihsan lil makhluq. Ruku dan sujud mewakili ibadah kepada Allah ta`ala, sedangkan kebaikan yang disebutkan setelahnya adalah kebaikan kepada makhluk Allah. Sebagaimana dalam banyak ayat sering disebutkan sholat dan zakat secara bersamaan dimana sholat mewakili ibadah kepada Allah ta`ala dan zakat mewakili kebaikan yang kita lakukan kepada sesama makhluk Allah ta`ala.

Ayat ini mengajarkan agenda pembinaan yang harus kita lakukan agar menjadi pribadi dan ummat pemenang. Pembinaan utama kepada pribadi-pribadi ummat ini adalah menanamkan kepada mereka tujuan yang benar. Tujuan yang benar tersebut ditunjukkan dalam ayat ini yaitu untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah ta`ala semata, dan melakukan kebaikan bagi makhluk Allah. Tujuan inilah yang menjadi motivasi sekaligus warna dari semua aktifitas yang mereka lakukan. Nuansa ibadah selalu hadir dalam semua amalan yang dilakukannya, bahkan ketika ia melakukan kebaikan bagi makhluk Allah pun ia melakukannya semata sebagai bentuk ibadah kepada Allah `azza wa jalla**.

Dengan tujuan ini mereka selalu bersegera dan bersemangat melakukan kebaikan dan perbaikan sebagai ibadah kepada Allah yang telah mencipta dan memberinya semua kenikmatan, juga menunaikan amanah ilahy untuk memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi alam semesta.

...wa maa arsalnaaka illaa rahmatan lil`aalamiin.


Catatan kaki :

*Simak diantaranya Taisir al Kariim ar Rahman fii Tafsiir Kalaam al Mannaan oleh Abdurrahman As Sa`di rahimahullah.

** Simak diantaranya QS Al Insaan,76:9, "innamaa nuth`imukum liwajhillah, laa nuriidu minkum jaza-an walaa syukuuran", artinya "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharap ridhla Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kau dan tidak pula (ucapan) terima kasih."

#Mahasiswa Tokodai bidang Teknik Nuklir