Perang Uhud dan Logika Kemenangan

Perang Uhud dan Logika Kemenangan

“Jika Allah menolong kalian maka tidak ada yang dapat mengalahkan kalian…”

Oleh Topan Setiadipura#

Sebagaimana momen sejarah Islam lainnya, khususnya yang diangkat dan diabadikan dalam AlQur`an, perah Uhud memberikan banyak pelajaran bagi kita.

Setelah mengisahkan perang Uhud, Allah ta`ala memberikan sebuah pelajaran agung dalam ayat berikut

“Jika Allah menolong kalian maka tidak ada yang dapat mengalahkan kalian. Dan bila Allah meninggalkan kalian maka siapa lagi yang dapat menolong kalian selain Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal” [ QS Ali Imran, 3: 160]

Melalui ayat ini Allah mengajarkan sebuah prinsip penting, menanamkan sebuah logika kemenangan bahwa kemenangan atau keunggulan hanya akan diraih ketika kita ditolong oleh Allah ta`ala.

Prinsip dan logika kemenangan ini bukanlah sesuatu yang bersifat pasif. Logika kemenangan ini sama sekali tidak mengajarkan kaum muslimin untuk hanya berpangku tangan mengharapkan pertolongan Allah ta`ala, atau mengharapkan juru selamat yang dihadirkan kepada mereka. Pinsip dan logika kemenangan ini justeru memotivasi kaum muslimin untuk meraih kemenangan dengan tangannya sendiri, dengan bersemangat bahkan berlomba untuk memiliki sifat dan kerja-kerja yang dengannya mereka layak ditolong oleh Allah ta`ala. Dengan prinsip dan logika kemenangan ini pula mereka menjaga diri dari sifat dan kerja-kerja yang akan membuat mereka kehilangan hak untuk ditolong Allah ta`ala.

Hal ini lebih jelas ketika kita menyimak diantara detail kisah perang Uhud sebagaimana Allah kisahkan beberapa ayat sebelum pelajaran besar diatas. Allah berfirman

“Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya. Sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan kamu mendurhakai (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Diantaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantaramu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.” [ Qs Ali Imran, 3: 152]

Allah telah membuktikan janji-Nya untuk menolong kaum muslimin sehingga mereka bisa unggul terhadap musuh-musuhnya. Hingga kaum muslimin melakukan hal-hal yang membuat mereka pada saat itu tidak layak ditolong Allah ta`ala. Ketika mereka, khususnya pasukan pemanah saat perang Uhud, lemah dan berselisih, menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu`alaihiwasallam karena kecintaannya pada dunia.

Prinsip dan logika kemenangan ini sangatlah penting untuk diyakini. Namun, prinsip dan logika kemenangan ini semata tidaklah cukup untuk mendatangkan kemenangan dan keunggulan yang kita dambakan. Prinsip dan logika kemenangan ini melahirkan pertanyaan bagi kita, `siapakah orang yang akan ditolong oleh Allah ta`ala ?`, `sifat dan kerja apakah yang membuat seseorang berhak mendapat pertolongan Allah ta`ala ?`.

Maka keyakinan kita akan prinsip dan logika kemenangan ini harus begitu besar sehingga bisa menjadi motivasi dan bahan bakar bagi kita untuk memanfaatkan dua anugerah Allah ta`ala yaitu Al Qur`an dan As Sunnah, mencari jawaban dari pertanyaan tadi serta bersungguh-sungguh mewujudkannya dalam diri kita. Dengan prinsip dan logika kemenangan ini kita terus berjuang mensifati dan melakukan kerja-kerja para pemenang hingga waktu yang ditetapkan oleh Allah ta`ala.

#Mahasiswa doktoral Nuclear Engineering Dept. Tokodai.