Bangkit, Mencetak Kemajuan!

Bangkit, Mencetak Kemajuan!*

Kehilangan masa lalu menjadikan seseorang atau masyarakat menjadi seperti tumbuhan air yang tidak memiliki akar yang menancap. Juga seperti tumbuhan yang tidak membuahkan hasil. Umat yang kehilangan kejayaan, pasti kehilangan identitas. Pada saat itu umat akan hidup dengan konsep-konsep instan yang menjadikan mereka sekedar meneruskan kehidupan yang tidak berarti. Hidup hanya untuk makan dan minum tanpa kesadaran dan tujuan.

Keterbelakangan kita terlalu lama dan lebih daripada cukup. Malam dan tidur kita  telah begitu panjang, hingga kita hampir melupakan datangnya pagi karena lamanya kita hidup dalam kegelapan. Kita hampir tidak mampu untuk berdiri karena lamanya tubuh kita berbaring.

Tidak ada lagi alasan bagi kita untuk terus berdiam diri dalam penjara keterbelakangan, sedangkan pada saat yang sama, seluruh alam sedang lari mengejar kemajuan. Kita memiliki potensi, faktor-faktor mental spiritual, moral, serta aktivitas yang mewajibkan kita untuk maju. Kita juga memiliki sumber daya alam dan manusia yang memungkinkan kita untuk ikut berjalan dalam rombongan kemajuan serta menyusul rombongan `para pencetak kemajuan`.

Salah satu syarat penting dalam hal ini adalah kita harus membangun kemajuan yang kita inginkan dengan tangan, kaki, dan palu kita sendiri. Kita tidak ingin kemajuan yang dibangun untuk kita oleh orang lain, tidak ketahui asal dan akarnya. Kita harus menghidupkan kembali semangat kepahlawanan. Betapa perlunya kita mengambil pelajaran dari kisah-kisah kepahlawanan tokoh-tokoh muslim. Setiap pemimpin memiliki kisah teladan dan kepahlawanan yang patut kita ikuti.

*alih judul dari "Ketika Umat Kehilangan Masa Lalu" bagian dari buku "Melahirkan Pemimpin Masa Depan" karya Dr.Thariq M.As-Saidan dan Ir. Faishal Umar Basyarahil. (Gema Insani Press, 2005).