Filosofi 3M

(diantara) Filosofi 3M
oleh Chandra W Purnomo Al-Midori,Dr.Eng
Assalamu 'alaikum,
Rekan-rekan semua yg semoga senantiasa dirahmati Allah. Sepertinya sebagai penyegaran dan pemantapan program yg sudah kita godok dan sepakati bersama yaitu program pemberdayaan ekonomi ummat melalui pendanaan mikro berbasis masjid.
Untuk tema refreshing kali ini saya ingin mengingatkan satu hal bahwa dari sekian banyak pola pemberdayaan ekonomi yg ada kita memutuskan untuk meniru program mikrokredit Grameen Bank dengan beberapa modifikasi penting antara lainĀ  tanpa bunga dan dipusatkan di masjid. Mari kita melihat dan coba memahami beberapa keunggulan dari program seperti ini jika dijalankan oleh alumni Midori, sbb:
1. Flexibility
Ketika sudah berjalan program ini didesain hanya perlu berinteraksi dengan ummat (beneficiaries) sekali setiap dua minggu dalam beberapa jam saja untuk pertemuan rutin. Mungkin pada tahap awal memang butuh waktu cukup intensif dengan takmir masjid terkait untuk mencari pola yg pas dalam pelaksanaannya dan program-program 'tausiah' apa yg cocok bagi nasabah kita. Dimungkinkan pula kita tidak harus selalu hadir dalam pertemuan itu jika ada orang lain atau Takmir bisa menghandlenya, kita cukup memonitor dari jauh.
2. Trust to the people
Kita ingin menularkan filosofi yg dikembangkan M Yunus dengan Grameen nya antara lain kemiskinan tidak ditimbulkan dari dalam orang yg bersangkutan tapi disebabkan faktor eksternal berupa sistem yg tidak bersahabat yg berdampak pada mereka. Kemudian, diyakini setiap orang memiliki kemampuan yg sama jika diberi kesempatan, setiap manusia yg hidup pasti dilengkapi oleh Allah dengan kemampuan tinggi dan kreatifitas yg luarbiasa untuk mengembangkan dirinya jika sekali lagi diberi jalan. Untuk itu program ini juga memberikan kepercayaan pada ummat untuk memanfaatkan dana yg ada untuk melakukan usaha produktif sesuai dengan bakat dan keinginannya.
3. Reproducibility
Sistem yang dikembangkan haruslah sesederhana mungkin, bisa dilakukan siapa saja supaya mudah diduplikasi, karena memang sangat sederhana. Fokus alumni hanya bagaimana menyalurkan dana yg terkumpul kepada orang yg membutuhkan untuk berusaha. Mengumpulkan cicilan dan tabungan mereka dan menggulirkan lagi dana yg kembali untuk orang lain demikian dan seterusnya. Alumni tidak dibebani untuk mengetahui bagaimana menjalankan usaha-usaha tertentu secara spesifik, serta tidak dibenani pula untuk melakukan pendampingan rutin secara personal.
4. Rely on social function
Tidak dipungkiri bahwa kemiskinan bisa menyebabkan orang bersifat oportunis, permisif, manipulatif dsb-dsb. Meski orang yg sama sekali tidak tersentuh kemiskinan juga sangat bisa memiliki sifat seperti itu hehehe. Untuk itu program ini pada dasarnya memanfaatkan sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial yg suka bekerja dalam tim, saling bantu dan menolong. Serta hanya menyandarkan pada sanksi sosial jika ada yg tidak menaati komitmennya. Sehingga tidak perlu adanya kontrak legal formal dalam peminjaman, tidak perlu ada agunan (kolateral) serta tidak perlu berurusan dengan hukum jika memang nantinya ada yg tidak komitmen. Terlebih lagi untuk 3M yg berpusat di Masjid diharapkan aspek religius yg ada bisa membimbing para nasabah untuk melaksanakan amanah yg dipercayakan padanya dengan sebaik-baiknya.
Untuk pelaksanaan ditingkat teknis ada saran untuk melibatkan mahasiswa jikalau alumni Midori punya aksesĀ  kesana (sebagai dosen) seperti halnya yg dilakukan M Yunus pada awal pelaksanaan programnya. Pemikiran saya jika saya diminta menjadi salahsatu pelaksana program ini nantinya setelah saya kembali maka saya akan mengundang adik-adik dari kerohanian Islam di tingkat jurusan ataupun fakutlas jika perlu sekalian. Kemudian saya kenalkan menegnai program ini kepada mereka dan saya ajak mereka untuk melaksanakannya. Saya encourage mereka melakukan survey beberapa masjid yg potensial nanti kita bersama mereka menentukan masjid mana yg pas. Kalau perlu juga biarkan mereka melaksanakan dan merancang pertemua rutinnya. Saya yakin mereka juga dibekali semangat dan kreatifitas yg tinggi untuk melaksanakan program pemberdayaan seperti ini.
*Alumni Midori, Staf Pengajar Teknik Kimia UGM.