Kajian Midori Bersama Ustadz Dwi Condro Triono

Alhamdulillah Kajian Rutin Midori pada Jum'at, 22 Juni 2012 kembali kedatangan seorang Ustadz dari Indonesia yaitu Ustadz Dr. Dwi Condro Triono. Beliau adalah seorang dosen di Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Negri Surakarta dan sekaligus seorang penulis buku "Retorika Mengguncang Dunia" dan "Ekonomi Islam Mazhab Hamfara". Pada kajian midori malam itu, Ustadz Dwi Condro Triono menyampaikan tema mengenai "Peran Intelektual Muda Islam Dalam Menegakkan Kejayaan Islam".

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mukar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik". QS Al Imran 110

Dalam ayat tersebut Allah SWT memuji umat Islam (khususnya generasi para shahabat) adalah sebagai umat yang terbaik sepanjang sejarah umat manusia. Faktanya, apakah benar saat ini umat Islam adalah sebagai umat terbaik di dunia? Indonesia sebagai negara yang mayoritas beragama Islam menjadi ikon bagi wajah umat Islam di dunia. Apakah kita bisa melihat bahwa umat Islam di Indonesia adalah umat terbaik? Mengapa Allah SWT memuji umat Islam sebagai umat terbaik, sementara faktanya adalah Indonesia termasuk sebagai salah satu negara terkorup, berpendidikan rendah, kesejeatheraan rendah dll.

Sebagian ada yang berpendapat bahwa umat Islam kalah/tertinggal dari umat yang lain karena tertinggal dalam bidang Sciene dan Teknologi. Namun menurut Ustadz Dwi Condro Triono, umat Islam tertinggal bukan karena Ilmu pengetahuan Science dan Teknologi. Pertanyaanya adalah, apakah jika umat Islam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi maka otomatis umat Islam akan jaya? Ekstrimnya, andaikan seluruh penduduk indonesia bergelar doktor, apakah otomatis bangsa indonesia akan menjadi bangsa terbaik? Jawabnya adalah tidak, tidak ada jaminan akan seperti itu.

Yang membuat umat Islam belum menjadi umat terbaik adalah karena umat Islam hanya mengejar ilmu sampai dengan level 3 saja. Padahal idealnya umat islam harus menguasai ilmu sampai dengan level 6. Ustadz Dwi Condro Triono mengelompokkan ilmu menjadi 6 level sebagai berikut :

Level 1 :
Ilmu untuk mengenal atau mengidentifikasi benda-benda yang ada di alam semesta dengan menggunakan penginderaan secara langsung, misalnya ini batu, ini kayu, itu besi, ini manis itu panas dan lain-lain.

Level 2:
Ilmu untuk mengetahui hal-hal yang bersifat ghaib. Ghaib disini artinya adalah hal-hal yang tersembunyi. Misalnya mengetahui didalam tanah terdapat kandungan apa saja, menjawab fenomena alam dan fisika yang terjadi di alam, dan lain-lain. Ilmu ini diperoleh melalui kegiatan-kegiatan riset dan bersifat ilmu murni. Contohnya adalah ilmu MIPA.

Level 3:
Pada level ini ilmu tidak hanya sekedar bersifat ilmu murni, tetapi sudah mengarah kepada rekayasa atau menciptakan barang baru berdasarkan ilmu pengetahuan ilmu murni yang diperoleh pada level 2. Contohnya adalah bidang teknik (engineering). Dengan menguasai ilmu sampai pada level 3 ini tidak menjamin kejayaan umat Islam. Jika kita hanya menguasai ilmu sampai level ini saja maka kita hanya akan menjadi seorang profesional yang pekerja dan budak. Contoh kasus, bagaimana freeport mengambil kekayaan alam yang sedemikian besarnya melalui tangan-tangan ahli umat Islam sendiri. Mayoritas engineer ahli di freeport adalah bangsa Indonesia yang juga umat Islam. Anehnya, bangsa asing dengan mudahnya bisa menguasai proses pengerukan kekayaan alam tersebut melalui tangan-tangan ahli umat Islam. Inilah akibatnya jika umat Islam hanya menguasai ilmu sampai dengan level 3 saja.

Level 4:

Ilmu pada level ini sudah mampu memikirkan tentang sesuatu yang ada dibalik alam semesta. Yaitu ilmu mengenai hakekat semua yang berada di dunia berasal dari mana. Ilmu ini bisa disebut dengan aqidah.

Level 5:
Ilmu ini merupakan konsekuensi lanjutan dari ilmu pada level 4 yaitu ilmu yang mampu menjawab pertanyaan selanjutnya yaitu apa tujuan dari adanya (penciptaan) segala sesuatu yang ada di alam semesta. Ilmu pada level ini disebut dengan Ideologi. Ilmu ini mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti misalnya apa tujuan manusia diciptakan.

Level 6:
Adalah ilmu yang bertujuan untuk mencari solusi berdasarkan Aqidah (ilmu level 4) dan Ideologi (ilmu level 5) terhadap segala sesuatu permasalahan. ini merupakan metode ijtihad untuk menghasilkan fiqh kontemporer.