Midori Masjid-based Microfinance

DRAFT KONSEP

Latar belakang:

  1. Masih banyak umat muslim yang hidup dengan kesulitan ekonomi
  2. Potensi masjid sebagai pusat peradaban ummat belum terwujud secara optimal
  3. Ummat menjadi miskin bukan semata-mata dikarenakan kesalahan pribadi melainkan lebih pada sistem yang kurang berkeadilan, dan mereka memiliki berpotensi untuk maju jika diberikan kesempatan.

Tujuan:

  1. Memberdayakan perekonomian umat muslim di Indonesia
  2. Mengembalikan umat ke masjid dan mewujudkan masjid sebagai jaring pengaman iman dan ekonomi umat
  3. Memberikan kesempatan kepada saudara seiman yg berkekurangan untuk maju dengan memberikan modal usaha produktif bergulir dan berjangka dengan system syariah.

Sasaran:

  1. Program ditujukan kepada para mustahik yang berdomisili tetap dan menjadi jamaah suatu masjid tertentu
  2. Program diutamakan diberikan kepada yang telah berkeluarga.

Metode:

  1. Usaha pemberdayaan keuangan melaui pendanaan mikro
    1. Midori menunjuk penanggung jawab (PJ) untuk suatu masjid/kawasan tertentu.
    2. Midori memberikan dana awal 5 juta rupiah sebagai dana awal program untuk tiap-tiap masjid.
    3. PJ bekerjasama erat dengan takmir masjid untuk melaksanakan program khususnya terkait dengan seleksi calon penerima dana bergulir dan pengelolaan dana.
    4. Melaksanakan sistem Group Lending dengan kelompok maksimal 2 grup terdiri dari 5 orang (bisa diubah sesuai kondisi jika perlu).
    5. Nasabah setelah diberikan pembekalan awal diberikan dana pinjaman sebesar 500 ribu rupiah atau 1 juta rupiah dengan masa cicilan selama 30 minggu.
    6. Metode pencairan dana pinjaman dilaksanakan secara bertahap dalam suatu group sbb: tahap pertama dua orang pertama, tahap kedua tiga orang berikutnya dengan jeda waktu 6 minggu (sudah melaksanakan 3 kali penyetoran cicilan pinjaman dengan baik).
    7. Masing-masing grup berkesepakatan untuk mengadakan pertemuan rutin 2 minggu sekali dengan agenda pembekalan/kajian/tausiah/training dan dilanjutkan pembayaran hutang, setoran tabungan dan infaq masjid yg dilaksanakan di masjid terkait kecuali pada 2 pertemuan pertama tidak dilakukan pembayaran hutang dan setoran tabungan (grace period).
    8. Besaran pengembalian hutang minimal 10 ribu rupiah setiap kali cicilan, untuk tabungan minimal 2 ribu rupiah sedangkan infaq tidak ditentukan jumlahnya (sukarela).
    9. Tabungan peserta bersifat wajib dan tidak dapat diambil selama masa angsuran hutang seluruh anggota kelompok belum selesai.
    10. Setelah masa angsuran hutang seluruh anggota dalam suatu kelompok dinyatakan selesai, maka tabungan peserta bisa diambil.
    11. Jika didapati peserta setelah 30 minggu tidak dapat melunasi hutangnya, maka diberikan perpanjangan selama maksimal 10 minggu, jika masa perpanjangan telah selesai dan peserta belum juga dapat melunasi hutangnya maka hutang piutang dianggap selesai dan peserta yg bersangkutan tidak bisa lagi ikut dalam program ini.
    12. Peserta yang memiliki prestasi pengembalian yang baik (pelunasan dalam waktu <=30 minggu) berhak mendapatkan lagi pinjaman dengan nominal lebih besar jika dana tersedia.
    13. Jika membutuhkan sumber dana lebih dari 5 juta pada periode perguliran pinjaman berikutnya maka pengelola perlu mengupayakan dari sumberdana umat sekitar, memanfaatkan akumulasi simpanan wajib dan infaq jika memungkinkan atau mengusulkan penambahan dana ke pusat (Midori).
  2. Usaha bersama
    1. Diharapkan kelompok peminjam yang terbentuk menjadi kelompok persaudaraan yang kompak saling bahu-membahu dan menasehati dalam kebaikan.
    2. Diupayakan agar pertemuan rutin diprakarsai dan didesain oleh anggota kelompok sendiri
    3. Diusahakan agar dalam satu group melakukan usaha-usaha sejenis atau yg saling mendukung.
    4. Jika diperlukan group bisa mengusulkan ke PJ untuk didatangkan trainer yang diperlukan.
    5. Diharapkan pembekalan rutin dapat meningkatkan keimanan dan pengembangan diri selain peningkatan ekonomi.
  3. Pembentukan lembaga keuangan formal
    1. Guna memiliki payung hukum maka diharapkan kedepan program ini pada saatnya bisa bertransformasi menjadi lembaga keuangan yg diakui undang-undang.
    2. Bentuk yg dirasa cocok dan memungkinkan adalah BMT
    3. BMT yg didirikan hendaknya selalu menjadikan program 3M ini sebagai salah satu pokok kegiatan utama.
    4. Dengan adanya BMT Midori, maka sumber dana akan lebih mudah dihimpun dan bentuk pendanaan ummat juga akan lebih beragam.

 

 

Skema sistem M3

Keterangan anak panah:

  1. Midori memberikan dana awal dan guideline program kepada PJ yg ditunjuk
  2. Pengelola program memberikan pinjaman bergiliran serta pembekalan untuk peserta program
  3. Peserta menyetorkan cicilan hutang, tabungan dan infaq
  4. PJ program memberikan laporan/informasi kepada Midori

 

 

Simulasi normal (19 kali pertemuan):

Simulasi1 Simulasi2

Rata-rata nominal pengembalian hutang : 500.000 → 500.000/13 = 38.500
Akumulasi tabungan minimal : @ 2000 jumlah nasabah 10 → 2000x10x13 = 260.000

Keterangan :
S = start diawalinya program, pengelola memberikan uang pinjaman untuk 2 orang pertama atau 3 orang berikutnya dalam satu kelompok;
G = grace period;
F = berakhirnya program, pengelola menutup buku pinjaman dan membagikan tabungan ke masing-masing anggota