Pergantian Pengurus Midori 2011-2012

Alhamdulillah, malam itu Kamis, 22 September 2011, musyawarah dalam rangka pergantian pengurus midori berlangsung dengan sangat baik, penuh nuansa kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang membuat suasana musyawarah terasa hangat dan dapat dinikmati oleh semua warga midori yang hadir pada malam itu. Musyawarah yang berjalan cukup lama karena mengakomodir pendapat-pendapat yang banyak sekali muncul dari warga midori ini pada akhirnya memutuskan secara mufakat untuk memberikan amanah kepelayanan midori periode 2011-2012 kepada pengurus midori yang baru yang dipimpin oleh pak Topan Setiadipura selaku Amir Midori dengan didampingi oleh pak Tedi Kurniawan dan saudara Isa Ansharullah.

Kandidat Amir Midori 2011 (Tedi Kurniawan, Topan Setiadipura, Isa Ansharullah, Radon Dhelika)

Empat kandidat amir midori 2011-2012
(dari kiri : Tedi Kurniawan, Topan Setiadipura, Isa Ansharullah, Radon Dhelika)

Musyawarah kali ini terbilang istimewa dan sangat berkesan bagi warga midori. Selain jumlah kehadiran warga midori yang lebih banyak dari kehadiran rata-rata dalam kajian rutin mingguan biasanya, juga proses musyawarahnya itu sendiri telah memberikan pelajaran yang baik dan berarti bagi midori terutama dalam hal pengambilan keputusan penting seperti penentuan amir midori kali ini.

Acara dibuka oleh pak Nopriadi selaku Amir Midori 2010-2011 dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh pak Tedi Kurniawan. Tausyiah wada ' (perpisahan) sekitar 15 menit disampaikan oleh Dr. M. Suryanegara yang memberikan pesan-pesan dan nasehat bagi sahabat midori untuk tetap istiqomah berdakwah dan bekerja di jalan Allah, khususnya dengan mengambil peran dalam berdakwah di negri Jepang. Apakah Allah SWT memuliakan kita dengan berada di Jepang ataukah menghinakan kita dengan tinggal di Jepang? Jika ada pertanyaan "Siapakah yang ditugaskan untuk berdakwah di Jepang?" maka jawabnya adalah SAYA (bukan KITA) karena tanggung jawab dakwah itu melekat pada masing-masing individu dan kelak akan dimintai pertanggung jawabanya oleh Allah SWT.

Dr. M Suryanegara juga mengingatkan bahwa sukses bukanlah semata-mata mencapai gelar sekolah yang tinggi, jabatan yang tinggi ataupun harta yang banyak. Sukses yang sebenarnya adalah sukses akherat. Semakin orang berilmu maka selayaknya semakin takut kepada Allah, karena sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah hanyalah para ulama (orang yang berilmu).

Pukul 21.05, acara inti yaitu musyawarah dimulai dengan dipimpin langsung oleh pak Nopriadi. Diawali dengan menampung usulan nama-nama kandidat amir midori, muncul 4 nama yaitu Topan Setiadipura, Tedi Kurniawan, Isa Ansharullah dan Radon Dhelika. Selanjutnya semua sahabat midori diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya baik berupa keberatan ataupun dukungan kepada para kandidat yang ada. Hampir semua sahabat midori menyampaikan pandanganya dengan memaparkan alasan dukungannya serta pertimbangan-pertimbangan potensi yang dimiliki oleh masing-masing kandidat yang didukungnya. Demikian juga dengan point-point keberatan terhadap calon tertentu, disampaikan secara terbuka oleh siapapun yang merasa keberatan dengan kandidat tertentu. Perbedaan pendapat diantara warga midori cukup mewarnai jalannya musyawarah dan membuat suasana semakin hangat. 1.5  jam berlalu, musyawarah masih belum juga berhasil memutuskan amir midori yang baru. Beberapa sahabat midori sampai harus berkali-kali menyampaikan pandanganya demi memberikan pertimbangan terbaik bagi calon amir midori yang baru.

Ketika waktu hampir menunjukkan pukul 23.00, pak Nopri selaku pimpinan musyawarah sempat melontarkan alternatif terakhir yaitu voting. Namun beberapa sahabat midori diantaranya pak Aditya RK menyatakan keberatannya, karena beliau masih melihat adanya peluang untuk mufakat. Setelah memberikan kesempatan beberapa menit tambahan kepada masing-masing pendukung kandidat untuk memperjelas bentuk sikap dan dukunganya serta mendengarkan suara dari masing-masing kandidat maka akhirnya bisa disepakati secara mufakat bahwa semua warga midori yang hadir menyetujui pak Topan Setiadipura sebagai amir midori yang baru.

Serah terima amir midori

Serah terima kepengurusan midori dari pak Nopriadi ke pak Topan Setiadipura

Acara ditutup dengan serah terima kepengurusan midori dengan penyerahan beberapa dokumen secara simbolik. Selaku amir midori yang baru, pak Topan Setiadipura berpesan dan mengingatkan mengenai tiga hal yaitu: Qiyadah, Musyawarah dan Isytirakah. Qiyadah adalah adanya kepemimpinan yang baik yang dapat menuntun atau mengarahkan midori kepada jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT. Musyawarah adalah sebuah sarana atau media untuk menyampaikan ide-ide guna mendapatkan atau menajamkan arah serta agenda aktivitas midori. Isytirakah adalah adanya tekad dan keterlibatan seluruh warga midori untuk mengisi, meramaikan dan berkontribusi dalam memberikan yang terbaik bagi terlaksananya agenda-agenda hasil musyawarah.

Lega sekali rasanya malam itu midori telah berhasil memilih amir midori yang baru dengan dukungan 100% dari warga midori. Selamat mengemban amanah kepada para pengurus midori 2011-2012, semoga dibawah kepemimpinan pak Topan Setiadipura midori akan dapat membawa kemajuan dalam aktivitas peningkatan ilmu, amal dan dakwah-nya, menjaga kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan diantara warga midori serta memberikan manfaat yang luas baik bagi warga midori maupun lingkungannya termasuk masyarakat kampus Tokodai dan masyarakat negri Jepang. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus  midori 2010-2011 atas segala usaha dan kerja kerasnyaselama mengemban amanah mengelola kegiatan-kegiatan midori setahun terakhir.

Dokumentasi kegiatan midori periode 2010-1011 bisa dilihat di link berikut ini atau klik disini.

midori-tokodai.org/images/file/laporanmidori2010-2011.pdf