Dapur Umum di Acara Golden Week 2011 KMII Jepang

 

Setiap tahun, Keluarga Masyarakat Islam Indonesia di Jepang (KMII Jepang) memanfaatkan momentum Golden Week dengan mengadakan acara pengajian yang lain dari biasanya. Selain pembicaranya didatangkan dari Indonesia, acaranya berlangsung selama beberapa hari dan tidak hanya di satu tempat saja.

Tahun ini, KMII Jepang berkesempatan mendapatkan hidangan ilmu dari mantan musisi rock yang kini memilih memenuhi panggilan hatinya sebagai da’i, yaitu Hari Mukti. Ikut bergabung juga ustadz Syatori Abdurrouf yang juga turut hadir ke Jepang dari Yogyakarta untuk menyapa kaum muslimin dan muslimat dari Indonesia di Jepang.

Di Tokyo, acara dilaksanakan di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo (SRIT), dan seperti biasanya acaranya yang paling ramai diselenggarakan di hari Sabtu dan Minggu. Dengan diawali kajian di hari Sabtu pagi, serangkaian acara berlangsung hingga malam dan dimulai kembali sebelum subuh di hari Minggu keesokan harinya. Pada hari Minggu-nya, acara juga berlangsung hingga sore hari dengan dimeriahkan oleh acara bazaar yang diikuti oleh berbagai pengusaha kuliner Indonesia di Tokyo dan sekitarnya, toko-toko, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya.

Di kesempatan ini, Midori ISC ikut ambil bagian dalam penyediaan makan pagi dan snack setelah subuh bagi para jamaah yang menginap di Aula SRIT untuk mengikuti rangkaian acaranya. Dengan bekal pengalaman di bagian logistik untuk acara-acara pengajian massal yang selama ini Midori ikut ambil bagian, panitia acara Golden Week KMII Jepang tahun ini kembali memberikan amanah untuk mengelola makan pagi dan snack tersebut.

Seperti yang sudah-sudah, para sahabat Midori selalu turut dalam kegiatan yang terkait logistik ini. Tidak mesti semuanya juga ikut menyiapkan di dapur SRIT, tetapi lebih banyak yang turut serta dengan menyediakan berbagai bahan dan kelengkapannya. Meskipun hanya sedikit demi sedikit, tetapi jika banyak sahabat Midori yang ikut ambil bagian, maka hasilnya juga cukup lumayan.


Walhasil sekitar 150 porsi nasi rawon berhasil disiapkan. Meskipun jumlah yang ikut makan pagi tidak sebanyak itu, tetapi nasi rawon tersebut masih bisa dinikmati oleh mereka yang ingin tambah porsi makan siangnya. Terlebih lagi, para panitia yang turut bersih-bersih hingga di akhir acara juga masih bisa menikmati hidangan makan malam dengan nasi rawon tersebut.

Ke depannya, Midori juga berniat ambil bagian dalam misi kemanusiaan bagi para pengungsi yang sampai sekarang masih tertampung di kantong-kantong pengungsian di daerah-daerah yang terkena dampak parah gempa dan tsunami awal Maret lalu. Yaitu penyediaan makanan bagi para pengungsi tersebut.